Gebyar Bulan Bahasa, Ajak Generasi Muda Bangsa Bangga Berbahasa, Bersastra, Berbudaya Indonesia

Oleh: Tim Jurnalis HIMAPRODI PBI

BLITAR- Bulan bahasa digunakan sebagai momen yang tepat untuk mengingat pentingnya Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia. Dalam acara ini bertepatan juga dengan acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga dirangkap di hari yang sama.

Arti makna dan hikmah maulid nabi besar Muhammad SAW menjadi penting untuk dikaji, ditelaah dan diselami agar perayaan dan tradisi untuk memperingati kelahiran baginda Nabi Muhammad tidak sebatas pada seremonial belaka, tetapi mengandung makna yang filosofis-substantif.

Kata maulid sama artinya dengan milad yang diambil dari bahasa Arab dengan arti: “hari lahir”. Peringatan terhadap kelahiran baginda Nabi Muhammad ternyata bukanlah tradisi yang ada ketika rasul hidup. Maka dari itu Hima Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dengan menghadirkan tokoh Islam atau kyai untuk mengisi acara tersebut.

Lalu, mengapa Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia menjadi sesuatu yang penting? Apresiasi sastra adalah kegiatan mengakrabi karya sastra dengan sungguh-sungguh. Di dalam proses pengakraban itu terjadi pengenalan, pemahaman, penghayatan, dan setelah itu penerapan. Dalam proses pengenalan, pembaca atau penonton akan mulai menemukan ciri-ciri umum karya sastra, misalnya sudah mengenal judul, pengarang, atau bentuknya secara umum. Setelah proses pengenalan akan timbul keinginan untuk memahami karya sastra tersebut lebih lanjut. Pemahaman terhadap karya sastra adakalanya tidak berlangsung mudah dalam benak pembaca. Jika hal ini terjadi, pembaca perlu menempuh berbagai upaya untuk mengatasinya. Sedangkan karya sastra merupakan hasil karya manusia berupa bahasa yang mewakili fenomena sosial, bersastra juga dapat meningkatkan pemahaman, menganalisis, berpikir kritis, sekaligus mendekonstruksi wacana yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Sastra memberikan hiburan. Sastra menunjukkan kebenaran hidup manusia dihargai karena berguna bagi hidup manusia karena mengungkapkan berbagai pengalaman manusia agar manusia lain dapat memetik pelajaran baik dari padanya agar manusia menjadi lebih mengerti manusia lain. Pada generasi muda, karya sastra sangat dibutuhkan selain untuk menambah wawasan, karya sastra dapat membimbing seseorang ke arah yang lebih baik terlebih pada seorang sastrawan secara tidak langsung sastrawan mengajak kita untuk mencoba mempelajari karya sastra itu dan dari karya sastra ini juga kita tahu bagaimana cara menjadi orang yang bertutur kata sopan. Namun faktanya, masyarakat Indonesia (bahkan mahasiswa) sangat minim menyadari dan melestarikan hal tersebut. Faktor utama yaitu minat baca yang terbilang masih rendah jika dibandingkan dengan negara lain di dunia. Dengan meneropong dan memperhatikan negara-negara maju tidak terlepas dari kegiatan mengapresiasi sastra.

Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat Indonesia kurang menyadari akan pentingnya sastra yakni seperti akses terhadap buku, lebih menyukai hiburan yang kurang berfaedah dan kurangnya budaya aplikasi literasi. Faktor kurangnya kesadaran membaca mengakibatkan orang-orang dengan mudahnya menyebarkan info/berita tanpa melihat jauh kebenaranya, Persoalan tersebut membutuhkan solusi. Apresiasi sastra dalam praktik bertujuan agar Bangsa Indonesia menjadi yang lebih baik melalui sebuah agenda gebyar bulan bahasa yang bersemarak di sekolah, di perguruan tinggi, dan masyarakat di berbagai daerah.

Kesadaran dan Apresiasi Sastra Indonesia
dalam membangkitkan kesadaraan dan Apresiasi Sastra Indonesia dengan menyemarakan agenda bulan bahasa yang jatuh di bulan Oktober 2017 tidak menutup kemungkinan akan memunculkan kearifan lokal, hal ini termasuk dalam aspek budaya. Selain itu, muatan yang bersumber dari teks-teks Bahasa Indonesia juga dapat diapresiasikan. Kegiatan tersebut salah satunya dilakukan oleh program studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Prodi PBI), Universitas Nahdlatul Ulama Blitar (UNU Blitar). Sebuah acara Gebyar Bahasa dengan tema “Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia”. Pada acara tersebut diselenggarakan berbagai kegiatan seperti cipta, baca puisi, tari, dan drama.
Beberapa kegiatan yang diagendakan menumbukan akan kecintaan terhadap Bahasa Indonesia. Misalnya di UNU Blitar, perlombaan tersebut tidak hanya dikhususkan untuk prodi yang berlabel bahasa, seperti Prodi Bahasa Indonesia dan Inggris, tetapi merambah ke prodi lain seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Ilmu Kompuer, Matematika, Fisika, Pend. Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Olah Raga (ditujukan seluruh prodi yang ada di UNU Blitar).
Mengenai dengan Apresiasi Bahasa dan Sastra Indonesia, bulan bahasa juga merambah pada jalinan kerjasama dan kerja keras dalam suatu kelompok agar terselenggara dengan baik juga maksimal, seperti yang dilakukan oleh tim himpunan mahasiswa progarm studi (HIMAPRODI) Bahasa Indonesia.

Written by 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *