Batik Sebagai Ciri Khas Suatu Daerah Serta Perspektif Masyarakat Terhadap Batik yang Mempunyai Nilai Estetika

Oleh: Nita Nur Rosyida

“Negara Seribu Budaya” adalah julukan bagi negara Indonesia yang berarti bahwa Indonesia mempunyai bergam budaya, adat, tradisi, dan etnis di Indonesia. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa perbedaan menjadi ciri khas negara Indonesia. Setiap daerah pasti mempunyai sesuatu yang menjadi ciri khasnya masing-masing. Ciri khas tersebut dapat berupa pakaian tradisional, makanan tradisional, rumah adat dan bahkan sebuah motif. 

Batik sebagai salah satu karya seni bangsa Indonesia mempunyai keindahan yang khas yang bahkan unik yang dapat membedakannya dengan corak dekorasi tekstil lainnya. Bahan, alat, dan proses spesifik yang menuntut ketekunan, kerajinan, kesabaran serta kreativitas yang tinggi akan menjadi sumber dari keunikan rupa batik. Dalam setiap coraknya mengandung sejarah dan bahkan menjadi nilai-nilai tradisi dari daerah asal batik itu. Keunikannya yang indah membentuk karakter bangsa yang dapat membedakannya dengan bangsa lain sehingga menjadi ciri dari bangsa tersebut. Batik merupakan salah satu produk tekstil hasil karya tradisional bangsa Indonesia. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki hasil karya batik dengan kekhasan motifnya. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak ragam kekayaan bangsa yang perlu dilestarikan dan dijaga kualitasnya

Tahukah kamu? Bagaima padangan masyarakat Indonesia khususnya daerah Jawa yang menjadi salah satu ciri khas yang menonjol di daerah tersebut. Bahkan batik ini telah dianggab sebagai identitas nasional Indonesia yang sampai saat ini terkenal hingga mancanegara. Adanya batik di Indonesia pastinya tidak semua orang mengetahui betapa bernilai tingginya sebuah batik. Sejak 2 Oktober 2009, batik yang telah ditetapkan oleh UNESCO menjadi Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity atau Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi membuka cakrawala dunia akan warisan Indonesia terhadap dunia.

Pandangan masyarat terhadap karya seni beragam, karena masyarat terdiri dari berbagai disiplin ilmu, budaya, dan strata social. Mungkin di masyarat kelas atas karya seni mempunyai nilai yang mahal. Mereka bisa mengharhai hasil cipta seseorang karena menciptakan sebuah karya itu tidaklah mudah. Membutuhkan kesabaran dan disiplin ekstra dalam membuatnya. dalam satu lembar kain batik, butuh beberapa kali tahap pewarnaan sebelum batik siap untuk dipakai. Berbeda dengn masyarakat menengah kebawah yang mungkin menganggap rendah nilai sebuah karya seni, karena mungkin mereka belum mengetahui apa yang membuat karya itu bernilai mahal. Untuk itu peran generasi milenial sangat penting untuk melestarikan batik agar tetap mempunyai nilai yang tinggi. Agar batik dapat terus menjadi “benda warisan” yang menarik dan terus dicintai oleh lintas generasi, salah satu caranya adalah dengan terus melakukan inovasi terhadap berbagai jenis motif batik yang dapat menarik minat setiap segmen usia.

Untuk masyarakat menengah keatas mereka rela membeli batik dengan harga sangat mahal bahkan sampai berjuta-juta. Karena mereka tahu betapa indahnya dan berharganya sebuah batik. Berbeda dengan masyarakat menengah kebawah yang masih menilai rendah sebuah batik. Sulit memberi pengertian terhadap mereka tentang bagaimana nilai batik sebenarnya. Salah satunya factor ekonomi yang membuat mereka enggan membeli batik dengan harga mahal. Padahal sebenanya kita sebagai warga Indonesia harus bangga dengan adanya keberadaan batik. 

Saat ini batik merupakan bagian dari identitas orang Indonesia. Sudah sepatutnya setiap orang Indonesia memiliki batik dari seluruh koleksi busana yang dimilikinya. Tak hanya untuk menciptakan rasa kebanggan atau nasionalis sebagai bangsa Indonesia, namun cara ini juga memberikan kontribusi sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi para pengrajin batik dan ikut serta secara tidak langsung mengembangkan industri kreatif di tanah air.

Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UNU Blitar 2019

Nama : Nita Nur Rosyida 

Kelas : 6B PBI

NIM : 1988201014

UAS : Jurnalistik

Leave a Reply

Your email address will not be published.