Berkomunikasi Dengan Baik

Oleh: Noviza Hesty Amalina

Kita sebagai makhluk sosial tidak dapat hidup sendiri, tentunya kita memerlukan orang lain disebuah kehidupan. Hal yang paling utama yaitu berinterkasi dengan orang yang ada di sekeliling kita, suatu hal yang mustahil terjadi saat kita berada disekeliling banyak orang kita tidak melakukan komunikasi atau hanya berdiam diri, berinteraksi kepada orang yang berada disekeliling kita memang perlu, terlebih saat kita berada di lingkup baru, berinteraksi dengan orang baru atau di lingkup baru tidaklah mudah, karena setiap orang mempunyai karakter yang berbeda-beda. Beda lagi saat kita berinteraksi dengan orang lama atau orang yang kita kenal, setidaknya kita dapat menempatkan diri kita bagaimana saat berkomunikasi dengan orang yang sudah kita kenal. Sebagai contoh saat anak-anak masuk sekolah atau memulai ke jenjang pendidikan yang baru, berawal dari kita melihat disekeliling, biasanya orang mulai menilai kepribadian dengan raut muka pertama kali kita lihat, saat kita melihat wajah seseorang yang pertama kali kita temui atau mungkin sebelumnya sudah pernah melihat namun tidak sempat berkenalan atau berbincang, disitulah biasanya orang memulai menilai karekter orang itu seperti apa. Terkadang orang yang memiliki wajah yang kurang senyum, alis tebal dan sebagainya, disinilah orang menilai bahwa dia orangnya judes, cuek, bahkan bisa dikatakan susah dapat effort balik dari orang seperti itu.

Namun itu semua hanyalah sampul dari luar yang kita lihat dari sekilas, dari sini kita perlu melakukan pengenalan terlebih dahulu, karena setiap sampul manusia terlihat cuek belum tentu dalam hatinya juga cuek, bisa jadi orang tersebut memiliki cara berinteraksi yang baik bahkan orang tersebut bisa membuat nyaman saat kita sedang berbicara. Ada juga orang yang terlihat baik malah cuek, susah diajak ngobrol, dan sebagainya. Jadi setiap orang itu pasti memiliki kekurang dan kelebihan masing-masing dalam berinteraksi

Saat kita sedang berbicara tentunya kita memerlukan sebuah kenyamanan dalam berkomunikasi, nah dari sini tentunya kita seringkali menemui orang saat berbicara tidak ada berhentinya atau susah dipotong pembicaraannya, bisa dikatakan orang tersebut bisa membuat nyaman saat berkomunikasi, namun ada juga orang yang suka berbicara dan kadang susah dipotong pembicaraannya tidak sesuai topik yang dibahas sebelumnya, orang seperti inilah yang perlu kita pahami dengan cara mengikuti alur yang dibahas oleh lawan bicara kita dan memotong pembicaraan tersebut dengan baik dan halus, karena tidak semua orang nyaman dengan hal tersebut. Dalam berkomunikasi tentunya kita mengharapkan respon yang baik terhadap lawan bicara kita, dari sinilah saat kita berbicara dengan orang kita harus memiliki stategi atau cara berbicara kita agar mendapatkan repon yang sesui kita inginkan. Tidak semua orang baik dan tidak semua orang jahat, itu semua tergantung kepada diri kita sendiri bagaimana cara menyikapi orang. Maka dari itu jangan mengharapkan respon yang baik jika kita sendiri masih belum bisa mengetahui bagaimana diri kita berkomunikasi dengan orang lain. 

Perlu kita ketahui, bahwa saat kita berkomunikasi dengan orang sangatlah mudah, kita tinggal ngomong lalu lawan bicara kita tinggal jawab, dengan ketentuan orang yang kita ajak ngbrol paham dengan bahasa kita dan topik yang kita bicarakan, karena tidak semua orang bisa menangkap atau memahami apa yang kita bicarakan, perlu waktu juga untuk merespon kepada kita agar bincangan itu berjalan dengan lancar. Alangkah lebihnya saat kita berbicara dengan orang kita menghadap kepada lawan bicara dengan sopan dan bergantian dan jangan menguasai forum pembicaraan yang sedang berlangsung, berikan kesempatan pada lawan bicara saat mereka ingin menyampai pesan atau pendapat.

Karya Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia UNU Blitar 2019

Nama : Noviza Hesty Amalina

NIM : 1988201068

UAS : Jurnalistik

Leave a Reply

Your email address will not be published.