Menikmati Keindahan Pagi Hari di Wisata Gunung Bromo

Oleh: Navita Putri Apriliani

Indonesia merupakan Negara yang kaya akan budaya dan tempat wisatanya mulai dari pantai, danau, air terjun, dan juga keindah gunungnya. Gunung Bromo adalah salah satu tempat wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh berbagai wisatawan lokal maupun wisatawan manca negara. Gunung yang terkenal akan keindahan sunrise, terdapat lautan pasir yang membentang begitu luasnya, juga terdapat Padang Savanna, Bukit Teletubis, Air Terjun Madakaripura dan masih banyak lagi. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan terletak di empat Kabupaten, yaitu Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang Jawa Timur.

Suku Tengger adalah suku yang mendiami daerah sekitar Gunung Bromo. Yang setiap tanggal 14 bulan kasada (kesepilih) selalu merayakan sebuah festival kasada. Kegiatan ini rutin dilaksanakan karena untuk memperingati kisah seorang pangeran yang mempertaruhkan hidupnya demi keluarganya. Festival ini juga bermakna rasa syukur dan harapan dijauhkan dari mala petaka, yang dilakukan oleh masyarakat Tengger dengan cara melemparkan sesajen berupa hasil kekayaan Suku Tengger seperti sayuran, uang,dan ayam atau binatang ternak lainnya ke dalam kawah Gunung

Akses yang dilewati untuk menuju Bromo pun terbilang sangat mudah namun banyak tanjakan, turunan, banyak tikungan tajam, dan juga pemandangan hutan-hutan maupun persawahan. Disana kita juga dapat menikmati perjalanan dengan menyewa jeep ataupun trill. Gunung Bromo sangat indah saat dikunjungi pada musim panas, karena matahari akan muncul dengan memancarkan perpaduan yang sangat indah. Untuk menuju kesana disarankan untuk memakai pakaian tebal, mengenakan sepatu, dan juga peralatan musim dingin lainnya. Karena di daerah puncak tertinggi Gunung Bromo memiliki suhu yang sangat rendah.

Ketika ingin menikmati indahnya matahari terbit disertai warna-warna cantik yang menghiasi langit, kita bisa melihatnya di area Penanjakan 1 Gunung Bromo. Tempat dengan ketinggian 2.770 M dpl inilah yang strategis untuk melihat dengan jelas momen-momen matahari muncul. Karena berada di puncak yang tinggi maka tidak salah jika suhu di area Penanjakan 1 ini sangatlah dingin. Ketika berada di area Penanjakan 1 kita diharuskan memakai pakaian musim dingin atau baju yang super tebal, jika tidak ingin menggiggil dan bolak-balik ke kamar mandi.

Untuk bisa melihat keindahan Gunung Bromo kita harus rela berangkat malam hari agar sampai di Penanjakan Gunung Bromo kita tidak terlewatkan momen dimana matahari terbit beserta kabut-kabut yang sangat dingin. Jika pengunjung ingin melihat keindahan kawah Gunung Bromo dari jarak dekat, pengunjung harus rela berjalan menanjak menaiki 250 anak tangga ramai-ramai bersama pengunjung lain. Di seberangnya juga terdapat Pura Suci Suku Tengger yang pada saat digunakan sebagai upacara agama hindu tidak boleh sembarang orang masuk ke Pura Luhur Poten Gunung Bromo.   

Yang tak kalah seru ketika berkunjung ke Gunung Bromo adalah ketika berada di lautan pasir yang begitu luas. Luasnya pun mencapai 5,920 hektar. Disini kita juga bisa melihat puncak Gunug Bromo dari kejauhan dan terlihat beberapa bukit-bukit berwarna hijau. Disinilah biasanya tempat yang cocok untuk syuting video ataupun ingin berfoto-foto dengan nyaman. Karena kawasan lautan pasir ini memiliki hawa yang tidak begitu dingin dan matahari memancar dengan terang yang bisa menghangatkan tubuh kita kembali. Di lautan pasir ini kita juga disediakan persewaan kuda untuk jalan-jalan berkeliling lautan pasir ataupun hanya sekedar untuk berfoto mengabadikan momen.

Karya Mahasiswa PBI UNU Blitar angkatan 2019

Nama : Navita Putri Apriliani

Kelas : 6B PBI

NIM : 1988201099

UAS : Jurnalistik

Leave a Reply

Your email address will not be published.