Pengaruh Budaya Barat Terhadap Budaya Indonesia

Oleh: Ernindi Agustina

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Masuknya budaya barat ke
Indonesia melalui melalui teknologi, budaya,dan sosial (dari kebiasaan-kebiasaan), perkembangan pesat era globalisasi saat ini semakin menekan proses akulturasi budaya terutama pengaruh budaya Barat kehadiran budaya Barat seakan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Kebiasaan dan pola hidup orang barat seakan menjadi cermin moderen kehadiran budaya Barat seakan mendominasi dan selalu menjadi trend-centre masyarakat. Keadaan ini terus mengikis budaya dan kearifan lokal yang merupakan warisan nusantara. Dari sinilah juga nilai tradisional secara perlahan mengalami kepunahan karena tidak mampu bersaing dengan budaya modern dalam bentuk pergaulan masyarakat.

Pengaruh dari interaksi dengan budaya barat sekarang mewarnai kehidupan masyarakat Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat di negara ini, ditambah dengan masalah persediaan bahan pangan, bahan energi dan bahan industri strategis yang kian langka, serta kesenjangan penguasaan teknologi yang semakin lebar berisiko pada pergeseran perbedaan dan kepentingan di masyarakat.Indonesia di kenal sebagai negara multi etnis dan agama, dari situlah Indonesia memiliki ragam budaya yang berbeda-beda. Di setiap budaya tersebut terdapat nilai-nilai sosial dan seni yang tinggi. Pada kondisi saat ini kebudayaan Indonesia kian memudar secara perlahan.

Kebudayaan barat yang masuk ke Indonesia sebenarnya memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat Indonesia. Dampak positif misalnya, kreatifitas, inovasi pengembangan ilmu pengetahuan, dan dijadikan bisnis online. Dampak negatifnya kebudayaan asing atau barat terhadap masyarakat Indonesia khususnya kalangan remaja sudah sampai tahap memprihatinkan karena ada kecenderungan para remaja sudah melupakan kebudayaan bangsanya sendiri. Budaya ikut-ikutan atau latah terhadap cara berpenampilan, mengikuti trend tik-tok, gaya bahasa dalam berbicara, dan mengkonsumsi makanan cepat saji, berbelanja online, selau bermain game yang akan memengaruhi volume sel otak sehingga tingkat kecerdasannya akan menurun dan kasus hecker. Gaya hidup semua itu karena melihat dari media sosial.


Para remaja tidak ingin ingin dikatakan kuno, kampungan kalau tidak mengikuti cara berpakaian ala barat karena dinilai modern, tren dan mengikuti perkembangan zaman. Selain cara berpakaian dan mode, tetapi hanya menjadi masyarakat yang konsumtif tidak produktif di kalangan remaja menjadi masalah bagi kebudayaan di Indonesia. Umumnya kalangan remaja Indonesia berperilaku ikut-ikutan tanpa selektif sesuai dengan nilai-nilai agama yang di anut dan adat kebiasaan yang mereka miliki dan itu biasanya berasal dari media sosial yang mereka lihat.

Para remaja juga merasa bahwa kebudayaan di negerinya sendiri terkesan jauh dari moderenisasi. Sehingga para remaja merasa gengsi kalau tidak mengikuti perkembangan zaman meskipun bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama dan budayanya. Sehingga pada akhirnya para remaja lebih menyukai kebudayaan barat, dibandingkan dengan kebudayaan kita sendiri.

Karya Mahasiswa PBI UNU Blitar angkatan 2019

Nama : Ernindi Agustina
Kelas : 6B PBI
NIM : 1988201037
UAS : Jurnalistik

Leave a Reply

Your email address will not be published.