Privilege Hanya Untuk si Kaya, si Penguasa  dan si Goodlooking, si Rakyat Biasa Minggir…!!!!

Oleh: Ellifia Nurulawallin

Cantik, putih, tampan, kaya, barang-barang yang di pake breandid, kemana-mana naik mobil dua pintu maksudnya mobil spotr ya bukan pick up hehehe, pake jet pribadi, uang tinggal ambil  (bahasa jawanya sih kari nyaruk), kehidupan yang super mewah, memiliki jabatan yang tinggi…… huuuuu itu adalah impian setiap orang. Tidak dipungkiri memang banyak sekali orang yang menginginkan gaya hidup seperti itu. Huhuhuhu impian sekaliiiii yaaa  bagaikan seorang putri yang hidup dikerajaan yang serba berkecukupan heheheh…..

Hemmmm bagaimana tidak menjadi impian, siapapun yang cantik atau tampan, kaya, dan memiliki jabatan tertentu pasti akan mendapatkan sebuah privilege yang orang biasa mungkin akan membutuhkan perjuangan yang sulit untuk  mendapatkanya. Lalu apa itu privilege…? Dikutip dari KONTAN.CO.ID privilege merupakan hak istimewa. Lebih jelasnya menurut merdeka.com privilege merupakan keuntungan yang diperoleh karena adanya keistimewaan yang orang lain tidak memilikinya. Contoh kecil dari privilege itu sendiri seperti di saat ada dua wanita melamar kerja yang satu memiliki tubuh yang gempal dan wajah biasa saja, sedangkan yang satu lagi memiliki wajah cantik dan tubuh semampai, maka kemungkinan besar yang akan mendapatkan pekerjaan tersebut dengan mudah adalah wanita yang memiliki wajah cantik, sedangkan dia yang berwajah biasa sering kali harus membuktikan skil kemampuan bekerjanya terlebih dahulu, baru ia akan mendapatkan sebuah pekerjaan 

Lalu yang jadi pertanyaan saat ini adalah apakah semua orang berhak mendapatkan yang namanya privilege…? Atau hanya orang-orang tertentu yang mendapatkanya…? Mendapatkan privilege atau tidak jika diperhatikan semua itu sudah  ditentukan oleh budaya dan adat yang berlaku di daerah itu. Dan hal itu sudah ada sejak zaman dulu mulai dari zaman kerajaan, penjajahan hingga sekarang di zaman kecanggihan teknologi. Semua itu masih terus berlaku. Jika dulu dizaman kerajaan orang yang memiliki kasta brahmana akan lebih dihargai dan dihormati dari pada mereka yang berkasta sudra, di zaman penjajahan mereka yang berkulit putih dan dari golongan bangsawan berhak mengenyam pendidikan tinggi sedangkan rakyat biasa dari golongan  pribumi hanya bisa menjadi seorang pesuruh, dan di zaman sekarang diera globalisasi ini siapa yang goodloking dan goodrekening akan lebih dihargai dari pada mereka yang biasa saja. Hesk mengsedih tapi itulah realita yang ada….

Dizaman sekarang yang memiliki paras indah akan lebih di dahulukan daripada yang berpenampilan biasa, yang memiliki harta akan di prioritaskan dari pada yang tidak berharta dan yang memilki kekuasakaan akan lebih didengar daripada rakyat biasa. Ya itulah kenyataan yang ada. Terkadang miris juga melihat dijalan ada iring-iringan mobil pejabat yang dengan alasan rapat urusan Negara (yang pada nyatanya sih terkadang rakyat tidak terlalu merasakan hasil rapatnya) harus di dahulukan, sedangkan rakyat biasa yangsedang berjuang menari nafkah untuk keluarga harus digusur paksa bahkan sering kali mata pencaharian mereka diobrak-abrik dengan alasan melanggar ketertiban. Begitu tajamnya  perbedaan strata sosial didalam masyarakat. 

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan kenyataan seperti itu…? Apakah kita harus diam saja menerima semua itu..? ataukah kita harus berteriak meminta keadailan….? Pada dasarnya kita tidak bisa mengubah budaya seperti itu secara langsung, tapi setidaknya kita bisa mulai dari diri kita sendiri. Kita harus bisa saling menghargai dan tidak membedakan ras, kekayaan, kecantikan atau apupun itu. Hargai mereka yang memiliki kekuragan baik secara finansial, ataupun fisik, berikan mereka kesempatan untuk berkarya, berikan ruang kepada  mereka untuk mengeksplor diri . berikan mereka hak yang sama. Karena pada dasarnya setiap manusia itu sama dimata Tuhan, yang membedakan bukan lah jabatan harta ataupun rupa melainkan ketakwaan. Semoga kedepanya bukan hanya orang yang memiliki harta, rupa dan jabatan yang mendapatkan privilege. Tapi juga mereka yang berbakat, memiliki skil dan kemampuan yang mumpuni dan orang-orang yang membutuhkan juga mendapatkan suatu privilege atau hak istimewa tersebut.

Karya Mahasiswa PBI UNU Blitar angkatan 2019.

Nama : Ellifia Nurulawallin

NIM : 1088201013

UAS : Jurnalistik

Jenis Tulisan : Essay

Leave a Reply

Your email address will not be published.