Blitar, 2 Juni 2025 — Dalam rangka memperkuat komitmen akademik serta memperluas wawasan kebahasaan dan kesastraan, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar melaksanakan kunjungan belajar ke Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 2 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Prodi dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif, kolaboratif, dan responsif terhadap isu-isu kebahasaan terkini.
Rombongan mahasiswa dan dosen disambut secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Yogyakarta, Drs. Anang Santosa, M.Hum., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam dunia kebahasaan. “Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa UNU Blitar. Kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari sinergi antara lembaga pendidikan dan institusi kebahasaan untuk bersama-sama merawat dan mengembangkan bahasa Indonesia,” tutur beliau dengan penuh semangat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Mulyanto, M.Hum., yang memotivasi mahasiswa agar aktif tidak hanya dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga dalam aktivitas literasi. Tak ketinggalan, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Agus Hermawan, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan berharga ini. “Kami percaya bahwa kunjungan ini akan memberi bekal yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa kami dalam memahami kebijakan kebahasaan dan arah perkembangan literasi nasional,” ujarnya.
Kegiatan inti dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi dari Balai Bahasa. Materi pertama dibawakan oleh Nindwihapsari, S.S., yang mengulas secara mendalam tentang Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Kurikulum dan Inovasi. Ia menjelaskan bagaimana KKLP KI menjadi garda depan dalam pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas kebahasaan melalui pendekatan yang kontekstual.
Sesi kedua diisi oleh Ahmad Khoirus Salim, S.S., yang memaparkan program dan strategi KKLP Literasi. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya penguatan budaya literasi sejak dini, serta bagaimana Balai Bahasa aktif mendorong gerakan literasi melalui pelatihan, pendampingan, dan penerbitan karya-karya lokal.
Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti paparan demi paparan. Diskusi berlangsung interaktif, menandakan tingginya minat dan kepedulian terhadap isu-isu kebahasaan yang berkembang di masyarakat. Tidak hanya mendapatkan ilmu, para peserta juga memperoleh pengalaman berharga dalam memahami bagaimana sebuah lembaga negara bekerja menjaga eksistensi dan kualitas bahasa Indonesia.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol kerja sama dan silaturahmi akademik antara UNU Blitar dan Balai Bahasa Provinsi Yogyakarta. Diharapkan kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dalam program pengembangan bahasa, sastra, dan literasi di Indonesia.

Bagikan:
[addtoany]






Tinggalkan komentar